Mozaik Lima

//Tantangan Kedua//

"Challenge?" Tanyaku pada Lea. 

Mozaik Empat

//Tantangan Pertama//

Aku mulai tak bisa mendefinisikan hubungan mereka. Lea menganggapnya interaksi mutualisme (entah teori ngawur mana yang dia comot) Tapi aku yakin, dia sendiri tak paham posisinya.

Mozaik Tiga

//Pertahanan Kedua//


Hasa : [aku suka Aley]

Tentu saja aku sudah menduganya, semua pembicaraan ringan, semua perdebatan kecil, semua candaan, pujian bahkan curhatan, pada akhirnya akan berujung di kalimat sederhana itu. Aku sudah hafal pola pendekatan semacam itu, sebab tidak sedikit yang mendekati Lea. Hanya saja aku tetap tak tahu apa maksudnya.  

Mozaik Dua

//Pertahanan Pertama//


Malam ini Lea terlihat begitu tidak fokus. Meskipun ekspresinya sama saja, tapi aku tahu, konsentrasinya amat berantakan. Tiga hari ini, dia sudah ratusan kali mengecek ponselnya lalu mendesah panjang.

Mozaik Satu

//Rencana//

(Sudut Pandang Kuro, Kuro's POV)
Aku tak pernah ingat bagaimana, kapan dan dimana aku dilahirkan ke dunia ini. Tapi aku selalu tahu, mengapa aku bisa ada. Gadis itu adalah alasannya. Hanya dia satu satunya yang bisa membuatku mengetahui dengan jelas rupa kehidupan ini. Dan aku hanya satu satunya yang bisa mengenalinya.

Serpihan Sepuluh

//Selesai?//

Aleya sudah kembali ke kehidupannya. Sekarang dia punya rutinitas baru yang tetap biasa. Hanya saja, sejak kembali dari kota itu, Aleya sedikit lebih ramah dan ceria dibandingkan sebelumnya. Dia bisa sedikit bercanda dengan orang orang disekitarnya.