Mirorr-Mirorr (...) : Selamat Tidur.
Tidak ada tukang reparasi cermin untuk saat ini. Terlebih lagi untuk cermin ajaib. Sangat sulit!
Jadilah saat ini Mika harus bertemu dua gadis cermin setiap kali rapalan mantranya disebutkan :
"mirror mirror the miracle of our"
Mirror - Mirror IV : Selamat Tahun Baru!
“PRAKK!”
Sebuah cermin ajaib sempurna terbelah menjadi dua bagian yang menetap dalam bingkainya. Maka, tanpa rapalan apapun si gadis cermin di tarik paksa untuk muncul.
Mirror-Mirror III : Cerita Pagi Tadi
“mirror..mirror the miracle of ours..”
Satu lagi koneksi virtual tersambung. Tanpa kabel, tanpa internet.
Kali ini mika berbaju biru gelap, duduk manis di meja belajar sambil menanti serpihan-serpihan bayangan yang membentuk serupa dirinya. Ya. Serupa tapi tak sama.
Mirror-Mirror II : Cerita Malam ini
“Mirrorr...Mirror..the.. miracle.. of our” gumam pelan seorang gadis, suaranya benar-benar melenguh lemah di antara kekosongan sebuah kamar kecil.
Di hadapannya, dalam sebuah cermin mulai muncul sesosok bayangan dirinya. Sekali lagi kukatakan, Bayangan gadis yang sama persis, namun berbeda.
Malam ini, koneksi percakapan virtual kembali terjadi. Dan sekali lagi ku tegaskan, tanpa koneksi internet, tanpa kabel.
Mirror-Mirror : Cerita Kemarin Sore
Matahari mulai terbenam. Seorang gadis berbaju merah menyala terduduk di meja belajar sambil memandangi sebuah cermin sihir.Kenapa cermin sihir? Yah, karena di matamu, kau tidak akan melihat apapun. Tapi melalui mata gadis itu, teori relativitas cahaya enstein terkalahkan oleh teori imajinasi mimpi dari Walt disney.Bingung? Oke, aku deskripsikan ulang dengan situasi yang lebih simple
Langganan:
Postingan (Atom)



Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances