Tampilkan postingan dengan label Random Writings. Tampilkan semua postingan

Tulisan dan Pelarian

Delapan tahun lalu

“Tulisanmu bagus, kau cocok jadi penulis” kesekian puluh kalinya aku mendengar kalimat serupa. Tentu saja, lama-lama otakku tercuci juga. Aku tersenyum. Mungkin memang sebaiknya menjadi penulis saja.

Aku tidak berada di kesemuanya.

Pagiku tidak cerah, pun tidak semu. Sebagai selayaknya manusia yang tumbuh di zaman teknologi, pagi ini kumulai dengan membuka smartphone ku. Untuk apa? Entahlah aku hanya terbiasa.

Pengalaman Kopi

@Kedai Kopi Simaung, Bandung.
Kopi itu punya rasa manis. Hanya saja jangan membandingkannya dengan rasa manisnya gula. Manisnya kopi itu bikin semangat!

Dia memarkirkan motornya di depan sebuah kedai kopi bergaya klasik vintage. “Ayo turun” titahnya padaku, sedang pikiranku sedang melanglang buana entah kemana. Tak lama setelah dia menyuruhku masuk, ponselku bergetar: dua notifikasi masuk berbarengan. Aku menghentikan langkahku sejenak demi membaca notifikasi email masuk itu,—yang pada akhirnya hanya memberiku serangan combo kegetiran. Haah pahit sekali.
“Cepat masuk!” titahnya sekali lagi ketika aku membatu di pintu depan.