Hari ini, hujan turun agak
keterlaluan. Saking lebatnya, orang-orang yang berpayung pun memilih berteduh
ke emperan toko, kios-kios jajanan lebih memilih tutup untuk menyelamatkan
aneka makanan dari cipratan hujan, kucing-kucing saling mengeong khawatir di
gang sempit dan pemuda-pemudi dengan tidak eloknya saling merapatkan diri. Tapi
aku mendapati anak kecil itu masih berjalan seperti biasa, bahkan, langkahnya
lebih riang dari hari-hari sebelumnya. Anak itu justru asyik sendiri di tengah
hujan lebat. Melihatnya, aku terhipnotis untuk membuka payungku (lagi), lalu
mengikutinya.
HYDEN : (Undone Project)
This writing actually is our novel project. With my friends : the king (nugra) and suhu (sarah), we try to make a novel, but it's undone (yet) because several things~ So.. before it will be released (hahaha aamiin) I think, it is ok to post a pieces of part (It's my part actually) and hoping we can continue the story!
Air yang Mengalir
Jika hidup adalah air yang mengalir, maka bagaimana kisahnya jika air itu terambas diantara jurang yang curam?
Jika hidup adalah air yang mengalir, maka kemanakah hidup jika air itu menguap?
Dan jika hidup adalah air yang mengalir, maka kau biarkan dimanakah tempat hidup bermuara?
Lautan? Rawa? Atau Kubangan?
Air, memang mengalir.
Tapi bukan berarti dia tak menginginkan jalannya sendiri.
Bandung, 2011.
Langganan:
Postingan (Atom)






Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances