Perayaan,
tidak selalu harus identik dengan umbul umbul dan keramaian. Adakalanya kita
hanya perlu membubuhi sebuah kesan yang tak terlupakan. Begitulah keinginanku.
Rasa
panas itu menjalar dari mata ke wajah hingga ke dada. Pemandangan yang baru
saja kutemukan menggelembungkan buih buih kekesalan yang akhirnya tumpah ruah menjadi
air mata tanpa suara. Saat itu aku yang sedang berada di ruang tamu keluargaku, aku langsung beralih posisi : mengunci diri di kamar. Aku menarik nafas. Seharusnya aku tak se emosional ini.
Malam ini,
keluarga Hasa berkumpul di ruang tengah. Ada Ibu Hasa, ada Kak Redi dan
Istrinya Kak Renren, kak Kiki dan istrinya kak Nia juga anak-anaknya Jafi dan Rafi.
Suasana yang ramai menentramkan.
Kali ini, aku
dan Hasa berada di perjalanan menuju rumahnya lagi. Ini kunjunganku yang kedua
dalam sebulan terakhir, dan aku masih saja gugup. Sebab kali ini aku akan
menginap dirumah Hasa, dan tidur bersama Ibunya. Hasa selalu punya cara untuk membuat
jantungku bekerja lebih ekstra dari biasanya.
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances